Langkah-langkah mengikuti sensus penduduk online 2020





1. Siapkan dokumen-dokumen pribadi yang dibutuhkan.

2. Masuklah ke laman sensus.bps.go.id untuk mengakses laman Sensus Penduduk Online (SPO) 2020

3. Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK)

4. Klik kotak kosong pada captcha lalu klik "Cek Keberadaan"

5. Jika pertama kali melakukan akses pada SPO, buatlah kata sandi dan pilih pertanyaan keamanan yang paling sesuai, lalu klik "Buat Password"

6. Masukkan kata sandi yang telah dibuat, lalu klik "Masuk"

7. Bacalah panduan awal mengenai pengisian SPO, lalu klik "Mulai Mengisi"

8. Pilihlah bahasa yang paling dikuasai

9. Ikuti petunjuk dan jawablah seluruh pertanyaan yang diberikan dengan jujur dan sebenar-benarnya

10 .Pada halaman pertama Anda diminta mengisikan alamat tinggal keluarga saat ini, seperti provinsi, kota atau kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, RT/RW dan nama jalan dan nomor rumah.

11. Kemudian halaman selanjutnya Anda diminta untuk mengisikan keterangan data mengenai kondisi tempat tinggal Anda saat ini.

12. Selanjutnya Anda diminta mengisikan data keluarga satu persatu berurutan dimulai dari kepala keluarga, istri, anak atau anggota lainnya.

13. Kemudian Anda diminta mengisikan data tentang aktivitas sehari-hari.

14. Setelah mengisi seluruh pertanyaan, klik tombol "Kirim"

15. Unduh atau kirimkan bukti pengisian pada email anda dengan terlebih dahulu mengisikan alamat email

Kesiapan Panitia Pilkades Wadang 2020

Tanggal 19 Februari 2020 adalah tanggal pelaksanaan Pilkades serentak tahap ketiga di Kabupaten Bojonegoro. Demikian juga desa Wadang kecamatan Ngasem kabupaten Bojonegoro. Terlihat Panitia sedang menyiapkan TPS yang akan digunakan untuk pemungutan suara besuk. 

TPS terbagi menjadi 5. TPS 1 dan 2 untuk dusun Srawun dan Karangtowo, TPS 3 dan 4 untuk dusun wadang, dan TPS 5 untuk dusun Mundu. 


Rapat Pleno Penetapan dan Pengundian Nomor Urut Calon KADES Wadang

Bakal calon Kepala Desa Wadang kemarin hari Rabu 5 Februari 2020 telah dilaksanakan ujian di Kabupaten Bojonegoro sesuai dengan peraturan karena ada 8 bakal calon. 
Dengan ujian itu diambillah 5 bakal calon yang ditetapkan sebagai calon kepala desa. 
Pada hari ini Kamis 6 Februari 2020 diadakan rapat pleno penetapan dan undian nomor urut calon kepala desa Wadang.









CIRI-CIRI BIROKRASI DESA YG TIDAK SEHAT



(Dikutib dari akun Tpid Kawedanan)

1. Kegiatan Pembangunan Tidak dipasang Papan Proyek.

2. Laporan Realisasi Kegiatan sama Persis dengan RAB. Dan tidak membuat LKPPD yang di MUSDESkan

3. Lembaga desa diisi oleh Family kades dan Pendukung kades.

4. BPD pasif dan tak pernah melakukan evaluasi pada laporan realisasi.

5. Kades memegang seluruh keuangan desa.Sedangkan Bendahara hanya sebagai petugas pengambil anggaran.

6. Prades tidak melaksanakan Tupoksi sesuai dengan Jabatannya.

7. Banyak Jabatan ganda dalam berbagai lembaga dan kegiatan desa.

8. Perangkat desa yg Jujur dan Vokal, tidak diikutsertakan dalam berbagai kegiatan.

9. Banyak kegiatan terlambat pelaksanaannya /molor dari Jadwal. Padahal Anggaran Sudah dicairkan.

10. Musdes/Murenbangdes yg diundang hanya pendukung kades dan BPD. Masyarakat yg kritis, cerdas dan vokal tidak dilibatkan dalam setiap musyawarah.

11. Tidak ada laporan realisasi pada awal tahun anggaran dalam bentuk banner yg dipasang pada tempat-tempat strategis.

12. Bumdes tidak berkembang.

13. Belanja barang/jasa dimonopoli kades.

14. Penyuplai barang/jasa dipilih dari orang yg dekat dengan kades/pendukung kades.

15. Tidak ada sosialisasi pada masyarakat sekitar atas Sebuah kegiatan yg akan dilaksanakan.

16. Pemdes marah, ,ketika masyarakat menanyakan anggaran kegiatan dan anggaran desa.

Semoga birokrasi desa kita semakin baik, dan rakyat semakin kritis.

Terimakasih.